
Dulu ketika jaman sd, kalo ditanya apa cita-cita gua, jawaban gua adalah : dokter ! Ini karena terinspirasi pilihan profesi ayah gua sendiri, yg saat itu adalah seorang dokter umum (skarang dia adalah seorang dokter spesialis paru2). Saat itu, biasanya menjelang maghrib gua suka maen di tempat praktek bokap, ngerobek kertas resepnya yg masih kosong utk dijadikan bahan maenan .. hehe.
Masuk SMP, cita2 malah jadi gak jelas, seiring nilai2 gua terutama dibidang IPA yg hancur2an. IPA memang jadi kelemahan gua. dan ketika ditanya masalah cita2, jawaban saat itu adalah : tidak tahu. para guru pun cuma bisa bengong : kok enggak tahu ? mereka mungkin tidak tahu bahwa di masa2 abg tsb, bukan cuma kita mulai mengalami masa puber, krisis identitas dan hal2 yg mulai berubah dari diri kita yg lama pun terjadi, begitu pula dgn cita2 kita semasa kecil.
Ketika SMA, jawaban akan cita2 kembali menghantui karena disitu, ketika kelas 2 SMA, kita harus memutuskan sebuah langkah penting bagi kehidupan kita dimasa depan : mengambil jurusan IPA atau IPS. Jelas gua ambil IPS, karena cuma dibidang itu nilai gua bersih dari nilai merah di raport .. hehehe. sbg gambaran, kls 2 semester 1, gua pernah dapet nilai 3 di raport utk matematika, 5 utk fisika, 4 utk biologi, & 4 utk kimia. kalo ga salah urutannya seperti itu. nyokap yg ngambil raport, jelas malu ketika meninggalkan kelas. begonya, gua salah liat halaman raport, yg gua liat adalah nilai2 ketika masih kelas 1 semester 3. gua pikir, apa yg salah ? belakangan ketika musti ngebalikin raport ke walikelas, gua baru sadar gua salah liat halaman hehehe. jadi gara2 peristiwa itu, jelas gua memilih IPS, meski terjadi keajaiban ketika semester 2, dimana gua meraih rangking 4 ! dgn kondisi nilai matematika 5, biologi 5 dan kimia 5. fisika dapat 6 ! hahahah. it’s a long story, mungkin laen kali bisa cerita lebih spefisik mengenai ini.
Anway, di kelas 3 ketika gua mengambil IPS, nilai2 gua memang selamat, terutama karena ga harus berhadapan lagi dgn pelajaran2 IPA. nyokap pun agak terhibur karena utk pertama kalinya, sejak kelas 1 smp, raport gua bersih dari “kebon mawar”, alias nilai2 merah. Lagi2 ketika ditanya soal masa depan atau cita, gua cuma punya satu jawaban pasti : ingin kuliah di bidang ekonomi, utk memperbaiki perekonomian indonesia. jawaban yg sebenarnya merupakan basa-basi dan justru penuh ketidaktahuan, sebuah sikap pasrah, dan melihat masa depan yg penuh teka teki. Tapi minimal gua tau harus menjawab apa. biar ga tengsin2 amat
Hasil dari psikotest ketika menjelang lulus, gua disarankan utk mengambil kuliah di bidang pariwisata / perhotelan, atau ekonomi manajemen. Well, skarang setelah bertualang bekerja disana sini, gua memang akhirnya bekerja di sebuah hotel bintang 4. Tapi ironisnya, di umur gua yg menjelang 32 tahun ini, gua justru menemukan sebuah jawaban bila ditanya mengenai cita2. Gua ingin menjadi seorang penulis. bukan cuma penulis novel, karna gua ga begitu tertarik dgn dunia penovelan, tapi seorang penulis essay. menulis artikel2 di koran2 atau majalah2. menjadi penulis ulasan sport terutama sepakbola dan tennis. menulis tentang hal2 berbau sosial, sedikit politik, budaya, gaya hidup, dan masih banyak lagi.
Saat ini semua ini baru bisa diwujudkan melalui blog (menulis sejak 2001 akhir) dan forum2 internet. Yg bikin gua seneng, ada beberapa orang yg sempet memuji beberapa tulisan gua di blog gua yg lama (http://alfaharahap.blogspot.com). padahal itu cuma tulisan iseng2 aja. gua juga sempet nemu buku tentang cara menjadi seorang penulis freelance, dimana bisa dapet duit lumayan dari menjadi seorang penulis freelance, yg tentunya bisa menjadi seorang penulis tetap juga, berangkat dari situ.
Well, semua masih berupa ide. tapi utk mewujudkan impian, diperlukan kerja keras. minimal, saat ini gua sudah memiliki jawaban atas pertanyaan besar di masa kecil tsb.